Rabu, 25 Februari 2009

penyimpangan ajaran agama islam aliran sesat satria piningit weteng buwono

PENYIMPANGAN AJARAN AGAMA ISLAM
ALIRAN SESAT SATRIA PININGIT WETENG BUWONO

Kekacauan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini mulai dari masalah politik, ekonomi, social, budaya, dan agama tak kunjung terselesaikan. Hal ini membuat masyarakat menjadi bingung dan timbul rasa khawatir untuk menentukan dan memilih mana yang baik dan buruk. Baru – baru ini yang sedang marak dibicarakan adalah penyimpangan ajaran agama islam yang dilakukan oleh seseorang bernama Agus Imam Solihin pemimpin aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono yang terkenal dengan Aliran Sesat Mesum. Aliran tersebut melanggar ajaran Agama Islam yang sebenarnya. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) ada 10 kriteria sesat yang dilanggar ajaran tersebut:
  • Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
  • meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
  • Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
  • Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
  • Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
  • Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
  • Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
  • Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
  • Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
  • Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i
Menurut sumber yang ada dari mantan anggota aliran sesat mesum tersebut bahwa, kegiatan yang dilakukan sangat melanggar aturan dalam islam diantaranya :
  • Pemimpin aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono menghapus kewajiban shalat (lima waktu) karena telah manunggaling wujud
  • Kelompok Agus Imam Solichin melakukan ajaran ritual sembahyang sambil telanjang dan seks bebas
  • Shalat diganti dengan nyanyi Cocak Rowo
  • Haram berobat, sehingga banyak anggota Sekte Mesum meninggal
Dari pernyataan di atas sudah sangat jelas bahwa, pelanggaran yang dilakukan oleh Aliran merugikan Agama Islam.

Manusia harus memahami benar tentang ajaran Agama Islam melalui akal dan pikiran yang sehat dan jernih , bukan hanya dari hati saja. Dasar pemahaman harus kuat agar tidak terjerumus dalam kehidupan dunia yang sesat.

Persepsi atau pemahaman tersebut dilihat dari penciptaan Allah SWT yaitu ada 3 unsur yaitu alam semesta, manusia, dan kehidupan dengan berpedoman Al-Quran dan Hadits yang telah diturunkan melalui perantara nabi Muhammad SAW, agar manusia lebih mengerti.

Dalam pernyataan pemimpin aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwoni Agus Imam Solichin bahwa dia menghapus shalat. Padahal perintah shalat jelas-jelas tercantum dalam Al-Quran dan tidak akan berubah sampai akhir jaman. Dari pernyataan tersebut juga dia seolah-olah yang menentukan segala aturan-aturan islam . Dia adalah seorang manusia biasa yang tidak diberikan kelebihan oleh Allah SWT seperti nabi Muhammad SAW. Ajaran dia sangat tidak masuk akal dari segi keyakinan dan kesehatan. Pencipta atau Al-Khaliq berbeda dari makhluk-Nya dan harus bersifat Azali dan Wajibul Wujud, sedangkan Agus Imam Solichin.adalah makhluk-Nya juga yang tidak Azali.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang berfikir dan berakal hendaklah memahami Agama Islam secara Kaffah. Jika terjadi kekacauan yang melanda kita akan kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits. Sehingga hati dan jiwa akan tenang dan tentram. Segala perilaku manusia yang ada di Dunia sudah diatur oleh Allah SWT dan bersifat kekal sampai akhir jaman dengan tujuan memenuhi segala kebutuhan manusia dalam memecahkan problematika hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar